?

Tampilkan postingan dengan label mikRotik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mikRotik. Tampilkan semua postingan

Firewall Mikrotik

Posted: by hack in Label:
0

Ringkasan ini tidak tersedia. Harap klik di sini untuk melihat postingan.

Cara Downgrade Mikrotik Versi 4 ke Versi 3

Posted: by hack in Label: ,
0

Mungkin anda sudah pernah meng “upgrade” Mikrotik (Rb750) anda dari versi default 3.29 ke versi 4  up. Namun setelah up grade anda menemui masalah. Untuk mengembalikan versi default nya “mungkin” juga anda mengalami kesulitan.
Nah.. tulisan ini akan menjelaskan secara singkat bagaimana cara men “down grade” Mikrotik anda dari versi baru ke versi sebelumnya. Bagaimana caranya ??? Monggo dilanjut… Bozzz
Pertama remote Mikrotik anda dengan winbox, kemudian klik menu Files  sehingga akan tampak seperti di bawah ini
Selanjutnya searah panah warna merah, drag and drop file routeros-mipsbe-3.30.rar yang bisa anda download di menu download blog ini.
Selanjutnya, klik menu System, Packages seperti gambar dibawah ini :
pada menu Packages List, blok smua packages, dengan cara tekan CTRL – a , setelah di blok,  klik menu Downgrade. maka Mikrotik akan reboot secara otomatis,
Langkah terakhir untuk melihat hasil downgrade apakah berhasil atau tidak, silakan buka winbox, remote mikrotik anda, dan lihat lah versi mikrotik anda sekarang.
Selamat mencoba.. semoga bermanfaat.
Note : Cara inipun berlaku untuk mesin Mikrotik i86x maupun Rb yang lain, sesuaikan dengan routerOS mikrotik anda.

Cara setting MIcrotik

Posted: by hack in Label: ,
0

bukan suatu hal yang aneh lagi kalau saat ini orang mulai berbondong-bondong migrasi ke OS mikrotik untuk membuat sebuah router dan bandwith management.dikarenakan pengunaan yang mudah(bagi orang yang baru kenal pun)dan tampilan winbox yang simple.
berikut ini saya tulis cara install mikrotik mulai dari awal
nyalakan RB mikrotik anda trus sambungkan pc anda ke salah satu eth di RB nya(dianjurkan ke port eth1).karena mikrotik yg masih default belum punya ip maka untuk mendeteksi mac address perlu di gunakan software neighbors yg bisa di download di http://www.mikrotik.co.id/download.php.
1.setelah terinstall dengan baik dan benar jalankan mirotik anda
2.masukan user password default
user:admin
paswword:(kosong)tanpa password
3. ganti nama ethernet anda jika anda mau, dalam hal ini anda dapat memberikan nama apa saja = [galuh@mikrotik] >interface
[galuh@mikrotik] interface >print (melihat dulu berapa banyak ethernet yg terpasang)
[galuh@mikrotik] interface >set 0 name=LAN
[galuh@mikrotik] interface >set 1 name=WAN
4. kemudian nambahkan ip addressnya
[galuh@mikrotik] >ip address
[galuh@mikrotik] ip address >add address=192.168.0.1/255.255.255.0 interface=LAN —-> ini untuk ip interface lokal
[galuh@mikrotik] ip address >add address=203.89.31.34/255.255.255.248 interface=WAN —> ini untuk ip global yg di dapet dari ISP
5. kemudian masukin gatewaynya
[galuh@mikrotik] > ip route
[galuh@mikrotik] ip route >add gateway=192.168.0.0/24/203.89.31.33 —-> ini merupakan gateway untuk keluar
6. kemudian setup webproxy
[galuh@mikrotik] >ip web-proxy
[galuh@mikrotik] ip web-proxy >set enable=yes
[galuh@mikrotik] ip web-proxy >set transparent-proxy=yes
[galuh@mikrotik] ip web-proxy >set max-object-size=1200KiB —> ini supaya nge loadnya ngacir si web proxy
7. kemudian tambahkan rule supaya si client yg menggunakan port 80 akan di oper ke web-proxy
[galuh@mikrotik] >ip firewall nat
[galuh@mikrotik] ip firewall nat >add chain=dstnat protocol=tcp dst-port=80 action=redirect to-ports=3128
8. kemudian masukan dns nya
[galuh@mikrotik] >ip dns
[galuh@mikrotik] ip dns >set primary-dns=xxx.xxx.xxx.xxx
[galuh@mikrotik] ip dns >set secondary-dns=xxx.xxx.xxx.xxx
9. Sekarang masqurade interface WANnya
[galuh@mikrotik]>ip firewall nat
[galuh@mikrotik] ip firewall nat>add chain=srcnat action=masquerade src-address=192.168.0.0/24 dst-address=0.0.0.0/0
10. sekarang coba ping ke gateway & dns dari mikrotik, kalo REPLY berarti dah konek
SEMOGA TUTORIAL INI DAPAT MEMBANTU

0


Linksys WRT54G dapat kita jadikan sebagai server gateway untuk koneksi Internet yang kita miliki, mungkin kalau kita harus menyediakan server pc maka cost yang harus kita sediakan akan lebih mahal. Untuk konfigurasi WRT54H ini tidaklah terlalu sulit. Adapun langkah-langkahnya :Jika Anda memilih DHCP disable maka anda harus memasukkan IP, Netmask, Gateway dan DNS secara manual untuk setiap klien.
Setting IP WAN & LAN
  • ambil segelas capucino atau softdrink beserta cemilan ( untuk yang ini gak harus)
  • Hidupkan Router Linksys WRT54G.
  • Dengan menggunakan kabel UTP yang telah disediakan (UTP Straight kabel) colok kabel tersebut ke komputer atau notebook sedangkan di pada Router di colok ke port LAN.
  • Set IP pada komputer/notebook menjadi DHCP dan biasanya akan mendapat IP otomatis dari Router.
  • Lalu lihat IP yang didapat oleh komputer/notebook.
  • dengan menggunakan browser, pada address bar browser masukkan ip gateway komputer (biasanya default dari router 192.168.1.1) .
  • Kemudian muncul window yang meminta agar memasukkan password akses, default user dan password : admin
  • Di bagian internet Connection Type pilih sesuai dengan koneksi yang digunakan ( tergantung ISP): DHCP atau Static.
  • Pada baguan Network Setup, Settingan LAN bisa kita pilih sesuai dengan kebutuhan atau keinginan kita apakah static atau DHCP. kalau kita pilih statik maka kita harus mengisi IP Address. Netmask, Gateway dan DNS secara manual.
  • Time Zonenya pilihlah GMT+7 untuk indonesia dan kemudian bisa di save.
  • lalu Save Setting.
  • sampai disini maka Router dah siap digunakan untuk koneksi Internet, tinggal kabel UTP dari perangkat yang terkoneksi ke internet kita colok ke port WAN.


Setting Wireless
  • masuk ke Menu Wireless
  • Pilihan Wireless network mode pilih aja Mixed.
  • lalu SSID tulis sesuai kemauan kita ( bisa nickname, alamat, nama atau apapun itu)
  • Wireless Channel dipilih default, kecuali bila di sekitar tempat kita banyak wifi/hotspot yang bisa menggangu koneksi (dari pengalaman nich perangkat ini jauhkan dari perangkat indovision karena sering mengganggu)
  • kemudian Save Setting.
agar koneksi Wireless aman, maka kita tinggal memasang security.Tipe security bisa kita gunakan WEP atau WPA. namun kebiasaannya banyak yang memilih WEP yang 64 bit.
Cara konfigurasinya Security Wireless :
  • pilih Menu Wireless
  • kemudian security mode pilih WEP
  • untuk default transmite key pilih 1 ( boleh juga yang lain )
  • WEP Encryption pilih 64 bits dengan 10 hex digits
  • ketik passphrase dan klik generate, akan muncul 4 key untuk akses password wifi anda, silahkan gunakan Key 1, ( kalau kita memilih defaul transmitenya = 1).
  • Save Setting
maka sekarang Wireless Router sudah rede untuk digunakan baik menggunakan kabel maupun wireless serta wireless yang sudah memiliki security/ pengaman.
Selamat mencoba dech …. btw untuk perangkat wireless router lainnya juga setingannya kurang lebih ampir sama.
Apabila kita memiliki Server lainnya di dalam jaringan LAN dari Router ini dan kita ingin agar Server tersebut bisa diremote dari luar jaringan tersebut, maka kita bisa mengaktifkan fungsi DMZ ataupun porrt forwarding.

Cara Mudah bin Simple Setting Mikrotik

Posted: by hack in Label: , , , ,
0

tulisan berikut merupakan tulisan dari boss Rj-45 di salah satu forum.
gw copy paste kesini kesini supaya muda nyarinya kalo gw butuh, soalnya thread-nya sering ilang timbul.
==================================================
MikroTik RouterOS™ adalah sistem operasi linux yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer menjadi router network yang handal, mencakup berbagai fitur yang dibuat untuk ip network dan jaringan wireless, cocok digunakan oleh ISP dan provider hostspot.
Ada pun fitur2 nya sbb:
* Firewall and NAT – stateful packet filtering; Peer-to-Peer protocol filtering; source and destination NAT; classification by source MAC, IP addresses (networks or a list of networks) and address types, port range, IP protocols, protocol options (ICMP type, TCP flags and MSS), interfaces, internal packet and connection marks, ToS (DSCP) byte, content, matching sequence/frequency, packet size, time and more…
* Routing – Static routing; Equal cost multi-path routing; Policy based routing (classification done in firewall); RIP v1 / v2, OSPF v2, BGP v4
* Data Rate Management – Hierarchical HTB QoS system with bursts; per IP / protocol / subnet / port / firewall mark; PCQ, RED, SFQ, FIFO queue; CIR, MIR, contention ratios, dynamic client rate equalizing (PCQ), bursts, Peer-to-Peer protocol limitation
* HotSpot – HotSpot Gateway with RADIUS authentication and accounting; true Plug-and-Play access for network users; data rate limitation; differentiated firewall; traffic quota; real-time status information; walled-garden; customized HTML login pages; iPass support; SSL secure authentication; advertisement support
* Point-to-Point tunneling protocols – PPTP, PPPoE and L2TP Access Concentrators and clients; PAP, CHAP, MSCHAPv1 and MSCHAPv2 authentication protocols; RADIUS authentication and accounting; MPPE encryption; compression for PPPoE; data rate limitation; differentiated firewall; PPPoE dial on demand
* Simple tunnels – IPIP tunnels, EoIP (Ethernet over IP)
* IPsec – IP security AH and ESP protocols; MODP Diffie-Hellman groups 1,2,5; MD5 and SHA1 hashing algorithms; DES, 3DES, AES-128, AES-192, AES-256 encryption algorithms; Perfect Forwarding Secrecy (PFS) MODP groups 1,2,5
* Proxy – FTP and HTTP caching proxy server; HTTPS proxy; transparent DNS and HTTP proxying; SOCKS protocol support; DNS static entries; support for caching on a separate drive; access control lists; caching lists; parent proxy support
* DHCP – DHCP server per interface; DHCP relay; DHCP client; multiple DHCP networks; static and dynamic DHCP leases; RADIUS support
* VRRP – VRRP protocol for high availability
* UPnP – Universal Plug-and-Play support
* NTP – Network Time Protocol server and client; synchronization with
GPS system
* Monitoring/Accounting – IP traffic accounting, firewall actions logging, statistics graphs accessible via HTTP
* SNMP – read-only access
* M3P – MikroTik Packet Packer Protocol for Wireless links and Ethernet
* MNDP – MikroTik Neighbor Discovery Protocol; also supports Cisco Discovery Protocol (CDP)
* Tools – ping; traceroute; bandwidth test; ping flood; telnet; SSH; packet sniffer; Dynamic DNS update tool
Layer 2 connectivity
* Wireless – IEEE802.11a/b/g wireless client and access point (AP) modes; Nstreme and Nstreme2 proprietary protocols; Wireless Distribution System (WDS) support; virtual AP; 40 and 104 bit WEP; WPA pre-shared key authentication; access control list; authentication with RADIUS server; roaming (for wireless client); AP bridging
* Bridge – spanning tree protocol; multiple bridge interfaces; bridge firewalling, MAC
* VLAN – IEEE802.1q Virtual LAN support on Ethernet and wireless links; multiple VLANs; VLAN bridging
* Synchronous – V.35, V.24, E1/T1, X.21, DS3 (T3) media types; sync-PPP, Cisco HDLC, Frame Relay line protocols; ANSI-617d (ANDI or annex D) and Q933a (CCITT or annex A) Frame Relay LMI types
* Asynchronous – s*r*al PPP dial-in / dial-out; PAP, CHAP, MSCHAPv1 and MSCHAPv2 authentication protocols; RADIUS authentication and accounting; onboard s*r*al ports; modem pool with up to 128 ports; dial on demand
* ISDN – ISDN dial-in / dial-out; PAP, CHAP, MSCHAPv1 and MSCHAPv2 authentication protocols; RADIUS authentication and accounting; 128K bundle support; Cisco HDLC, x75i, x75ui, x75bui line protocols; dial on demand
* SDSL – Single-line DSL support; line termination and network termination modes
Instalasi dapat dilakukan pada Standard computer PC.
PC yang akan dijadikan router mikrotikpun tidak memerlukan resource
yang cukup besar untuk penggunaan standard, misalnya hanya sebagai gateway.
berikut spec minimal nya :
* CPU and motherboard – bisa pake P1 ampe P4, AMD, cyrix asal yang bukan multi-prosesor
* RAM – minimum 32 MiB, maximum 1 GiB; 64 MiB atau lebih sangat dianjurkan, kalau mau sekalian dibuat proxy , dianjurkan 1GB… perbandingannya, 15MB di memori ada 1GB di proxy..
* HDD minimal 128MB parallel ATA atau Compact Flash, tidak dianjurkan menggunakan UFD, SCSI, apa lagi S-ATA Very Happy
*NIC 10/100 atau 100/1000
Untuk keperluan beban yang besar ( network yang kompleks, routing yang rumit dll) disarankan untuk mempertimbangkan pemilihan resource PC yang memadai.
Lebih lengkap bisa dilihat di www.mikrotik.com.
Meskipun demikian Mikrotik bukanlah free software, artinya kita harus membeli licensi terhadap segala fasiltas yang disediakan. Free trial hanya untuk 24 jam saja.
Kita bisa membeli software mikrotik dalam bentuk CD yang diinstall pada Hard disk atau disk on module (DOM). Jika kita membeli DOM tidak perlu install tetapi tinggal menancapkan DOM pada slot IDE PC kita.
Langkah-langkah berikut adalah dasar-dasar setup mikrotik yang dikonfigurasikan untuk jaringan
sederhana sebagai gateway server.
1. Langkah pertama adalah install Mikrotik RouterOS pada PC atau pasang DOM.
2. Login Pada Mikrotik Routers melalui console :
MikroTik v2.9.7
Login: admin
Password: (kosongkan)
Sampai langkah ini kita sudah bisa masuk pada mesin Mikrotik. User default adalah admin
dan tanpa password, tinggal ketik admin kemudian tekan tombol enter.
3. Untuk keamanan ganti password default
[admin@Mikrotik] > password
old password: *****
new password: *****
retype new password: *****
[admin@ Mikrotik]] >
4. Mengganti nama Mikrotik Router, pada langkah ini nama server akan diganti menjadi “becouz” (nama ini sih bebas2 aja mo diganti)
[admin@Mikrotik] > system identity set name=becouz
[admin@becouz] >
5. Melihat interface pada Mikrotik Router
[admin@becouz] > interface print
Flags: X – disabled, D – dynamic, R – running
# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU
0 R ether1 ether 0 0 1500
1 R ether2 ether 0 0 1500
[admin@becouz] >
6. Memberikan IP address pada interface Mikrotik. Misalkan ether1 akan kita gunakan untuk koneksi ke Internet dengan IP 192.168.0.1 dan ether2 akan kita gunakan untuk network local kita dengan IP 172.16.0.1
[admin@becouz] > ip address add address=192.168.0.1
netmask=255.255.255.0 interface=ether1
[admin@becouz] > ip address add address=172.16.0.1
netmask=255.255.255.0 interface=ether2
7. Melihat konfigurasi IP address yang sudah kita berikan
[admin@becouz] >ip address print
Flags: X – disabled, I – invalid, D – dynamic
# ADDRESS NETWORK BROADCAST INTERFACE
0 192.168.0.1/24 192.168.0.0 192.168.0.63 ether1
1 172.16.0.1/24 172.16.0.0 172.16.0.255 ether2
[admin@becouz] >
8. Memberikan default Gateway, diasumsikan gateway untuk koneksi internet adalah 192.168.0.254
[admin@becouz] > /ip route add gateway=192.168.0.254
9. Melihat Tabel routing pada Mikrotik Routers
[admin@becouz] > ip route print
Flags: X – disabled, A – active, D – dynamic,
C – connect, S – static, r – rip, b – bgp, o – ospf
# DST-ADDRESS PREFSRC G GATEWAY DISTANCE INTERFACE
0 ADC 172.16.0.0/24 172.16.0.1 ether2
1 ADC 192.168.0.0/26 192.168.0.1 ether1
2 A S 0.0.0.0/0 r 192.168.0.254 ether1
[admin@becouz] >
10. Tes Ping ke Gateway untuk memastikan konfigurasi sudah benar
[admin@becouz] > ping 192.168.0.254
192.168.0.254 64 byte ping: ttl=64 time
11. Setup DNS pada Mikrotik Routers
[admin@becouz] > ip dns set primary-dns=192.168.0.10 allow-remoterequests=no
[admin@becouz] > ip dns set secondary-dns=192.168.0.11 allow-remoterequests=no
12. Melihat konfigurasi DNS
[admin@becouz] > ip dns print
primary-dns: 192.168.0.10
secondary-dns: 192.168.0.11
allow-remote-requests: no
cache-size: 2048KiB
cache-max-ttl: 1w
cache-used: 16KiB
[admin@becouz] >
13. Tes untuk akses domain, misalnya dengan ping nama domain
[admin@becouz] > ping yahoo.com
216.109.112.135 64 byte ping: ttl=48 time=250 ms
10 packets transmitted, 10 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 571/571.0/571 ms
[admin@becouz] >
Jika sudah berhasil reply berarti seting DNS sudah benar.
14. Setup Masquerading, Jika Mikrotik akan kita pergunakan sebagai gateway server maka agar client computer pada network dapat terkoneksi ke internet perlu kita masquerading.
[admin@becouz]> ip firewall nat add action=masquerade outinterface=
ether1 chain:srcnat
[admin@becouz] >
15. Melihat konfigurasi Masquerading
[admin@becouz]ip firewall nat print
Flags: X – disabled, I – invalid, D – dynamic
0 chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade
[admin@becouz] >
Setelah langkah ini bisa dilakukan pemeriksaan untuk koneksi dari jaringan local. Dan jika berhasil berarti kita sudah berhasil melakukan instalasi Mikrotik Router sebagai Gateway server. Setelah terkoneksi dengan jaringan Mikrotik dapat dimanage menggunakan WinBox
yang bisa di download dari Mikrotik.com atau dari server mikrotik kita.
Misal Ip address server
mikrotik kita 192.168.0.1, via browser buka http://192.168.0.1 dan download WinBox dari situ.
Jika kita menginginkan client mendapatkan IP address secara otomatis maka perlu kita setup dhcp server pada Mikrotik. Berikut langkah-langkahnya :
1.Buat IP address pool
/ip pool add name=dhcp-pool ranges=172.16.0.10-172.16.0.20
2. Tambahkan DHCP Network dan gatewaynya yang akan didistribusikan ke client Pada contoh ini networknya adalah 172.16.0.0/24 dan gatewaynya 172.16.0.1
/ip dhcp-server network add address=172.16.0.0/24 gateway=172.16.0.1
3. Tambahkan DHCP Server ( pada contoh ini dhcp diterapkan pada interface ether2 )
/ip dhcp-server add interface=ether2 address-pool=dhcp-pool
4. Lihat status DHCP server
[admin@becouz]> ip dhcp-server print
Flags: X – disabled, I – invalid
# NAME INTERFACE RELAY ADDRESS-POOL LEASE-TIME ADD-ARP
0 X dhcp1 ether2
Tanda X menyatakan bahwa DHCP server belum enable maka perlu dienablekan terlebih dahulu pada langkah 5.
5. Jangan Lupa dibuat enable dulu dhcp servernya
/ip dhcp-server enable 0
kemudian cek kembali dhcp-server seperti langkah 4, jika tanda X sudah tidak ada berarti sudah aktif.
6. Tes Dari client
c:\>ping www.yahoo.com
untuk bandwith controller, bisa dengan sistem simple queue ataupun bisa dengan mangle
[admin@becouz] queue simple> add name=Komputer01
interface=ether2 target-address=172.16.0.1/24 max-limit=65536/131072
[admin@becouz] queue simple> add name=Komputer02
interface=ether2 target-address=172.16.0.2/24 max-limit=65536/131072
dan seterusnya…
lengkap nya ada disini
http://www.mikrotik.com/docs/ros/2.9/root/queue
http://linux-ip.net/articles/Traffic…/overview.html
http://luxik.cdi.cz/~devik/qos/htb/
http://www.docum.org/docum.org/docs/
Referensi
http://mikrotik.com/
http://www.mikrotik.com/docs/ros/2.9/
http://fajar.uii.net.id/
thanks for:
Rj-45

Tips Block Akses Browsing di Mikrotik dengan Schedule

Posted: by hack in Label: , ,
0

Ini merupakan salah satu catatan pribadi, dimana untuk ngeblok akses situs atau download file tertentu serta pada jam tertentu. Untuk melakukan blocking ini aku menggunakan web proxy yang ada di mikrotik.
Cara yang aku lakukan :

Buat nat rule untuk webproxy-nya
/ip firewall nat add chain=dstnat protocol=tcp dst-port=80 action=redirect to-ports=8080
enable webproxy-nya
ip web-proxy set enabled=yes
masukkan content yang ingin di blok
/ip web-proxy access add src-address=0.0.0.0/0 dst-address=0.0.0.0/0 url=*.facebook.com* action=deny comment=situs
Lalu create script (system >> script)
Name : bloksiang
Policy : write, read, policy (yang dicentang)
Source:
/ip web-proxy access enable [/ip web-proxy access find comment=situs]
Name : blokmalam
Policy : write, read, policy (yang dicentang)
Source:
/ip web-proxy access disable [/ip web-proxy access find comment=situs]
Buat scheduler yang diinginkan (system >> scheduler).
name=bloksiang
start-date=Jan/01/2010
start-time=08:30:00
interval=1d 00:00:00
on-event= bloksiang
name=blokmalam
start-date=Jan/01/2010
start-time=18:30:00
interval=1d 00:00:00
on-event= blokmalam
Nah setelah itu maka liat aja hasilnya maka situs yang masuk di dalam list di web proxy akan terblok. Kalo ada banyak situs atau address atau file yang ingin di blok maka tinggal di add di web proxy serta diberi comment yang sama (dalam hal ini saya menggunakan comment=situs), maka pada waktu yang bersamaan semua situs yang ada list akan terblok.
Misalnya :
/ip web-proxy access add src-address=0.0.0.0/0 dst-address=0.0.0.0/0 url=*.youtube* action=deny comment=situs
/ip web-proxy access add src-address=0.0.0.0/0 dst-address=0.0.0.0/0 url=*mpeg* action=deny comment=situs
/ip web-proxy access add src-address=0.0.0.0/0 dst-address=0.0.0.0/0 url=*exe* action=deny comment=situs